TENTANG SAYA

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Halo sobat sukses di manapun Anda berada.

Senang sekali di kesempatan yang bahagia ini saya bisa bercengkerama dengan Anda, meski hanya melalui dunia maya.Sebelum dilanjutkan, alangkah baiknya saya memperkenalkan diri saya terlebih dahulu, agar perjumpaan kita kali ini dihitung sebagai silaturahim yang insya Allah bisa menambah rezeki kita, Aamiin.

Perkenalkan, nama lengkap saya Muhammad Sopandi, anak kampung yang terus berusaha untuk menjadi lebih baik. Saya lahir di Kebumen, kota kecil nan eksotis di pesisir pantai selatan Jawa Tengah pada tanggal 14 Januari 1993.

 

Saya lahir, masuk TK, SD, SMP, hingga SMA di Kebumen. Setelah itu, pada tahun 2012 saya “hijrah” ke Kota Budaya, yaitu Kota Solo (Surakarta), Jawa Tengah untuk menimba ilmu di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta.

Di UNS, saya mengambil program studi (prodi) Pendidikan Teknik Informatika & Komputer (PTIK) yang berada di bawah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Di prodi tersebut, saya mengambil peminatan (konsentrasi) Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), yaitu peminatan yang lebih mendalami ilmu tentang pengembangan berbagai software aplikasi, baik aplikasi web, desktop, maupun Android.

Dengan belajar di prodi PTIK, saya mempelajari banyak hal seputar dunia IT dan tentunya ilmu pendidikan, mulai dari pemrograman komputer (coding), jaringan komputer, hingga ilmu bagaimana menjadi seorang pendidik (guru) yang baik.

Sejak awal masuk kuliah, saya termasuk mahasiswa yang cukup aktif di kampus. Banyak organisasi kampus atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang saya ikuti.

Di antaranya adalah Jamaah Masjid Nurul Huda Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (JN UKMI) UNS, Sentra Kegiatan Islam FKIP UNS, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kentingan UNS, LPM Motivasi FKIP UNS, dan Lingkar Studi Pendidikan FKIP UNS.

Hobi Menulis

Salah satu hobi saya adalah menulis. Sejak saya masih SMP, saya sudah suka menulis. Ketika itu saya sering menulis berbagai macam hal di buku diary (buku harian). Kebiasaan menulis tersebut terus berlanjut hingga saya SMA, kuliah, hingga dunia kerja seperti sekarang.

Berbagai macam aktivitas yang saya lalui sejak SMA, perjuangan menggapai cita-cita untuk kuliah gratis, hingga aktivitas saya selama kuliah, saya tulis rapi di blog saya sopandi.blog.uns.ac.id.  Semua itu membentuk semacam autobiografi, selengkapnya bisa Anda baca DI SINI!

Menulis Ebook Pertama

Selain menulis berbagai aktivitas harian, pada tahun 2015 saya juga mulai belajar menulis buku digital (ebook). Ketika itu saya masih kuliah semester 6 & 7. Berangkat dari passion saya di bidang IT, terutama dunia computer programming, maka saya pun menulis ebook pertama saya tentang pemrograman komputer.

Ebook pertama saya berjudul “Mudah Membuat Game Interaktif dengan Greenfoot” dan selesai saya tulis sekitar bulan September 2015. Ebook tersebut cukup tebal kalau dibukukan secara fisik, karena memiliki sekitar 400 an halaman.

Salah satu impian saya ketika masih kuliah adalah bisa menerbitkan minimal 1 buku di penerbit buku nasional. Saya pun kemudian mencoba mengirimkan naskah buku “Mudah Membuat Game Interaktif dengan Greenfoot” tersebut ke beberapa penerbit buku-buku IT.

Saya sangat berharap naskah buku tersebut bisa diterima dan diterbitkan, sehingga saya bisa memberikan hadiah buku kepada dosen-dosen saya. Itu salah satu impian terbesar saya ketika masih kuliah dulu.

Gagal Masuk Penerbit

Namun, setelah naskah buku tersebut saya kirimkan, tanggapan maupun sekadar balasan pun tidak saya dapatkan. Pekan demi pekan dan bulan demi bulan saya lalui sambil menunggu kepastian naskah buku saya. Ternyata setelah sekian lama, sekian bulan tidak ada satupun tanggapan dari pihak penerbit.

Akhirnya saya sadar, buku saya tidak diterima, buku saya mungkin dianggap“kurang menjual” bagi penerbit ketika itu. Entahlah saya kurang tahu alasan yang sebenarnya. Yang jelas, tentu saya merasa sedih, sudah capek-capek menulis selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bukan, ternyata buku saya tidak bisa diterbitkan.

Sejak naskah buku saya “ditolak” secara halus oleh beberapa penerbit, saya pun tidak tertarik lagi untuk mengirim naskah buku ke penerbit mana pun. Akhirnya, naskah buku saya hanya “memenuhi” salah satu sudut ruang di harddiks laptop selama berbulan-bulan.

Apalagi ketika itu saya harus mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pati, Jawa Tengah selama 1,5 bulan. Kemudian, saya juga harus menyelesaikan kewajiban saya sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir, yaitu mengerjakan skripsi. Naskah ebook saya “mengendap” di laptop tanpa bisa menghasilkan uang hingga skripsi saya selesai pada pertengahan tahun 2016.

Saya lulus dari UNS pada tahun 2016 dan diwisuda pada 3 September 2016. Beberapa bulan sebelum lulus kuliah, saya sudah nyambi (sambil) kerja, membantu usaha teman di bisnis penerbitan buku. Setelah lulus, saya masih melanjutkan di bisnis tersebut dengan berjualan buku-buku genre Islami.

Mulai Belajar Bisnis Online

Setelah itu, saya mulai berpikir bagaimana caranya agar naskah buku saya bisa menghasilkan uang. Saya pun mencoba belajar banyak via internet seputar jualan online dan bisnis online.

Seluk beluk bisnis online mulai saya dalami secara mandiri via Mbah Google. Sejak masih kuliah, saya memang memiliki passion yang cukup besar terhadap bisnis online.

Dari proses belajar ituah, saya mulai mengenal apa itu bisnis online, jenis-jenisnya, baik dari segi sistemnya maupun produknya, dan mulai mengenal marketplace. Ternyata bisnis online itu sangat luas, ya sangat luas.

Dari segi sistemnya, ada berbagai macam bisnis online, seperti jualan produk fisik di marketplace, dropshipping, affiliate marketing, Google AdSense, Admob, dll. Dari segi produknya, bisnis online bisa jualan produk fisik dan produk digital.

Wawasan saya seputar bisnis online semakin terbuka lebar dan secercah harapan pun mulai muncul. Ternyata salah satu bisnis online adalah jualan produk digital, seperti ebook, software, video tutorial, dan sejenisnya. Waah, inilah yang saya cari. Dari sinilah saya mulai berpikir untuk menjual ebook saya secara online.

Mulai Jualan Produk Digital di Tokopedia & Bukalapak

Tetapi, bagaimana cara menjualnya? Saya sama sekali belum pernah jualan online. Tidak punya pengalaman sama sekali. Singkat cerita saya menjual ebook tersebut di marketplace Tokopedia dan Bukalapak.

Agak aneh kan ya? Produk digital kok dijual di marketplace produk fisik, bukannya dilarang?. Iya, sebenarnya tidak diperbolehkan sama marketplace-nya, hehehe. Tetapi, mau bagaimana lagi, namanya juga perjuangan, harus cerdas mengakalinya.

Saya pun mengakalinya dengan menjual ebook dalam bentuk fisik, yaitu ebook yang dikemas dalam bentuk DVD. Jadi, bisa dijual secara fisik dan ada no. resi pengirimannya.

Dari jualan di marketplace itulah, saya mulai merasakan manisnya dapat uang dari online. Akhirnya, bisa dapat uang juga dari ebook karya sendiri. Alhamdulillah, ada beberapa penjualan ketika itu.

Setelah berjalan beberapa waktu, saya pun tertarik untuk memperluas jangkauan pemasarannya. Berbagai marketplace lain—selain Toped dan BL—yang  ada di Indonesia saya cari semuanya di Google. Ternyata banyak juga marketplace di Indonesia seperti JD.id, Elevenia, Lazada, Blibli, Shopee, dan ada juga Ratakan.

Mengenal Marketplace Digital Ratakan

Dari beberapa marketplace tersebut, saya sangat tertarik dengan marketplace Ratakan (https://www.ratakan.com/). Mengapa? Karena setelah saya cari tahu detailnya, ternyata Ratakan adalah satu-satunya marketplace produk digital di Indonesia ketika itu. Waah, cocok sekali dengan produk saya, yaitu ebook.

Saya pun mencoba untuk mengirim salah satu ebook saya ke Ratakan agar bisa rilis. Singkatnya ebook yang saya kirim tidak bisa rilis, mungkin karena saya belum bisa bikin landing page (halaman web penawaran) yang bagus.

Padahal saat itu, setiap produk yang akan dirilis di Ratakan harus memiliki landing page yang bagus. Sedih!  Ya, sudahlah, nasib! Saya pun fokus dulu untuk jualan online di Tokopedia dan Bukalapak.

Sejak saya mengenal marketplace Ratakan via Google, saya mulai mencari tahu akun sosial media semua stakeholder Ratakan, baik timnya maupun ownernya. Saya pun mulai berteman di Facebook dengan owner & founder Ratakan, yaitu Bapak Yusuf Hadi Suseno Putro (Shembah) dan Bapak Handoko Tantra.

Selain itu, seluruh timnya juga saya add friend di Facebook. Tujuannya tentu agar lebih dekat kepada mereka, dan sempat berharap pula agar bisa berjumpa langsung di kantor Ratakan.

Karena ternyata kantor Ratakan ketika itu ada di Jebres, Kota Solo, dekat sekali dengan tempat saya tinggal. Sama-sama di Jebres, Kota Solo. Sejak itu pula, saya menjadi salah satu follower Shembah dan Handoko Tantra di Facebook.

Menjadi Tim Ratakan

Beberapa bulan kemudian, sekitar awal bulan Februari 2017, Owner Ratakan yang saya ikuti, yaitu Shembah update status di Facebook-nya. Isinya adalah ada lowongan kerja di Ratakan.

Tanpa pikir panjang, saya langsung kirim private message (PM) ke beliau untuk menanyakan perihal detail dari lowongan pekerjaannya. Singkat cerita saya mengirim lamaran pekerjaan ke Ratakan dan ketemu Shembah langsung untuk wawancara.

Alhamdulillah, beberapa hari setelah pertemuan tersebut, tepatnya tanggal 20 Februari 2017 saya menjadi bagian dari Tim Ratakan.com. Sejak gabung Ratakan, saya belajar banyak hal.

Salah satunya adalah belajar membuat halaman penawaran produk atau di dunia internet marketing disebut dengan landing page. Ternyata untuk membuat landing page ada tools nya yang mudah dan tanpa harus coding, contohnya Elementor dan InstaBuilder.

Sejak saat itulah saya banyak belajar membuat landing page, mulai dari membuat bahasa penawarannya (sales letter) hingga mendesain landing page nya. Ketika itu saya belajar membuat landing page menggunakan tools InstaBuilder, salah satu Page Builder yang powerfull dan mudah digunakan.

Selain belajar tentang cara membuat landing page, saat itu saya juga mulai banyak mendalami seputar dunia internet marketing (imers) dan bisnis online, seperti mulai jualan produk digital karya sendiri, belajar copywriting, Facebook Ads, List Building, dan lain-lain.

Rilis Produk Perdana di Ratakan

Sejak Maret 2017 saya pun mulai merilis produk digital pertama saya di Ratakan, yaitu ebook “Membangun Toko Online Sendiri dalam Sehari”. KLIK DI SINI untuk detail ebooknya!

Selama bulan Maret 2017, saya pun mulai merasakan “Gurihnya” bisnis online produk digital di Ratakan.com. Ketika itu, selama bulan Maret 2017 saya mendapatkan omset penjualan hampir mencapai 4 juta rupiah hanya dari 1 produk saja.

Hasil yang “woow dan luar biasa” bagi seorang newbie seperti saya ketika itu. Senang sekali rasanya, newbie ternyata juga bisa mendapatkan omset sebesar itu, “Waah, asyik juga ya jualan produk digital”.

Dari pengalaman pertama yang “woow” itulah, saya mulai berpikir untuk terus berkarya menciptakan produk-produk digital baru. Tujuannnya tentu agar semakin banyak rupiah yang masuk ke rekening. Hehe.

Hari demi hari dan bulan demi bulan terus berjalan. Saya pun mulai untuk membuat produk-produk digital baru yang semuanya berangkat dari hobi dan passion saya.

Rilis Produk Kedua

Alhamdulillah, selang kurang lebih 2 bulan sejak rilis produk pertama, saya rilis produk digital yang kedua di Ratakan. Produk kedua saya masih seputar toko online, yaitu ebook yang berjudul “Fanspage Store : Toko Online Gratis Jualan Laris”.

Ebook tersebut rilis pada tanggal 27 Mei 2017 dan hingga tulisan ini saya ketik, ebook inilah ebook terlaris saya di Ratakan. Klik DI SINI untuk melihat detail ebooknya!

Rilis Produk Ketiga

Salah satu hobi dan passion saya adalah membuat aplikasi Android tanpa coding. Skill tersebut saya dapatkan ketika saya masih kuliah. Berangkat dari skill itulah, saya terbersit untuk membuat produk digital baru.

Setelah rilis produk kedua, selang sekitar 2 bulan setelahnya saya pun rilis produk lagi yang ketiga. Tepatnya rilis tanggal 28 Juli 2017. Produk yang ketiga ini membahas seputar Android tanpa coding dan saya beri judul “Bikin Aplikasi Android Ga Harus Coding”.

Klik DI SINI untuk melihat detail ebooknya.

Rilis Produk Keempat

Setelah itu, selang sekitar 4 bulan, sayap rilis lagi produk yang ke-4 di Ratakan. Produknya masih dalam bentuk ebook dan seputar Android.

Tepat tanggal 18 November 2017 saya merilis ebook yang berjudul “Bikin Aplikasi Android Ga Harus Coding Jilid #2”. Ebook ini merupakan ebook lanjutan dari ebook Android sebelumnya. Info detail ebooknya, KLIK DI SINI!

Dari jualan ebook tersebut, Alhamdulillah hampir setiap bulan saya mendapatkan “passive income”, tanpa saya harus susah payah buat produk lagi dari awal. Ya, ternyata betul, jualan produk digital itu asyik banget.

Karena “Bikin Sekali Untungnya Bisa Berkali-Kali”. Saya jadi makin bersemangat untuk terus berkarya dan menciptakan produk-produk baru lagi.

Teringat Memori Masa Lalu

Memasuki awal tahun 2018, saya teringat memori beberapa tahun sebelumnya. Yaitu perjuangan saya untuk menerbitkan buku “Mudah Membuat Game Interaktif dengan Greenfoot” yang ketika itu GAGAL TOTAL.

Tetapi saya bersyukur, ternyata ada HIKMAH BESAR dibalik kegagalan tersebut. Apa hikmahnya? Saya baru menyadari kalau ternyata, ebook yang dijual secara online jauh lebih menjanjikan dan mengasyikan daripada dijual dalam bentuk buku fisik.

Untungnya juga jauh lebih besar dengan harga jual yang bebas, suka-suka kita. Coba bandingkan kalau dijual dalam bentuk buku yang hanya mendapatkan royalti sekitar 10% saja.

Itupun kita masih harus menunggu pembayaran royalti dari penerbit hingga berbulan-bulan. Kalau dijual secara online, untungnya bisa berkali-kali lipat dari royalti. Itulah hikmahnya. Jualan online memang lebih asyik. Hehehe

Rilis Produk Kelima

Kembali ke pembahasan lagi, memasuki awal tahun 2018, saya akhirnya merilis ebook tentang Greenfoot tersebut yang sempat gagal masuk ke penerbit buku. Tepat pada 13 Januari 2018, ebook “Mudah Membuat Game Interaktif dengan Greenfoot” rilis di marketplace digital Ratakan.com.

Ebook inilah ebook ke-5 saya yang resmi saya jual di Ratakan. Pengin tahu seperti apa detail dari ebook ke-5 saya ini? Klik DI SINI untuk info selengkapnya!

Rilis Produk Keenam

Sebelum saya akhiri, hingga tulisan ini saya ketik, saya sudah merilis sebanyak 6 produk digital di Ratakan. Produk ke-6 saya masih seputar Android.

Bedanya produk yang ke-6 ini merupakan produk pertama saya yang dikemas dalam bentuk video tutorial. Produk ini saya beri nama “Video Tutorial Android Tanpa Coding Pemula” dan saya rilis di Ratakan pada 19 November 2018.

Penasaran seperti apa produknya? Silahkan KLIK DI SINI!

Okey sobatku, saya rasa sampai di sini dulu ya perkenalannya. Mohon maaf kalau terlalu panjang ya perkenalannya. Hehe.

Semoga perkenalan ini membawa berkah bagi kita dan semoga apa yang saya ceritakan di halaman ini bermanfaat untuk Anda. Jika Anda ingin menghubungi saya, silahkan Anda bisa langsung kontak saya via media-media online berikut ini :

  1. Facebook : Sopandi Muhammad
  2. Instagram : @sopandi_sukses
  3. LinkedIn : Muhammad Sopandi
  4. WhatsApp : 087804968194
  5. Email : sopandimuhammad@gmail.com

Terima kasih dan sukses selalu untuk Anda

Salam hangat,

Muhammad Sopandi, S.Pd

(Digital Product Creator, Android Developer, Landing Page Specialist)

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.