Pengertian Enterprise Resource Planning

Pengertian Enterprise Resource Planning (ERP). Hallo sobat sekalian. Alhamdulillah, kita bisa berjumpa kembali di blog ini. Seperti yang sudah saya janjikan di tulisan sebelumnya, kali ini saya akan membahas mengenai Enterprise Resource Planning (ERP). Mungkin masih banyak yang merasa asing dengan istilah tersebut. Ya, tidak masalah 😀 . Mari kita belajar bareng biar lebih gayeng, oke? 😀 . Istilah ERP erat kaitannya dengan dunia perusahaan (bisnis). Sebab, di dunia bisnislah ERP diterapkan.

Persaingan di dunia bisnis saat ini semakin ketat dan tajam. Hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini. Proses-proses bisnis seperti manajemen keuangan, SDM, produksi, persediaan barang, penjualan, inventarisasi, dan lain sebagainya yang dulu dilakukan secara manual, sekarang sudah dapat dikelola menggunakan aplikasi komputer. Perusahaan yang kurang peka dan tidak cepat tanggap dengan hadirnya teknologi tersebut akan kalah bersaing dengan perusahaan lain yang terlebih dahulu menggunakannya.  Tidak hanya itu, perusahaan-perusahaan yang sudah menggunakan teknologi komputer pun masih harus bersaing keras dengan perusahaan-perusahaan lain yang menggunakan teknologi yang sama. Hanya saja, perusahaan yang teknologinya lebih maju akan semakin mudah dalam meningkatkan kinerja perusahaan dan memenangkan pertarungan bisnis.

Perusahaan yang masih menerapkan teknologi komputer secara terpisah, artinya tiap divisi / departemen sudah menggunakan aplikasi komputer tetapi masih bekerja sendiri-sendiri, belum terintegrasi secara menyeluruh maka akan kurang produktif jika dibandingkan mereka yang menggunakan teknologi terintegrasi. Hadirnya software Enterprise Resource Planning (ERP) berperan besar dalam perubahan kinerja dan produktivitas perusahaan.  ERP dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan dengan kemampuan utamanya dalam mengintegrasikan berbagai proses-proses bisnis. Penggunaan database tunggal dalam ERP memudahkan pengelolaan data dan informasi perusahaan. Sehingga keputusan-keputusan penting perusahaan dapat diambil secara cepat dan akurat oleh pimpinan.

Lalu apa sih sebenarnya ERP itu? Bagaimana sejarahnya? Keuntungan dan kerugian penerapan ERP? Penyebab gagalnya penggunaan ERP di perusahaan? Contoh-contoh software ERP dan seperti apa profil ERP tersebut? Semua pertanyaan tersebut akan saya jawab dalam beberapa tulisan ke depan, karena pembahasannya cukup panjang. 😀 . Pembahasan kali ini kita fokus ke pengertian ERP dulu.

Pengertian ERP

Menurut Mandelson (2000), Enterprise Resource Planning (ERP)  adalah arsitektur perangkat lunak yang memfasilitasi (memudahkan) aliran informasi di antara fungsi-fungsi berbeda dalam sebuah perusahaan. Menurut Akhil Kumar, ERP adalah sistem informasi yang mengatur informasi tentang produk perusahaan, pelanggan, pemasok (supplier), fasilitas-fasilitas produksi, saldo keuangan, dan lain-lain. Sementara itu, menurut Fourth Generation Software (2011), ERP adalah sistem informasi perusahaan yang memudahkan aliran informasi serta mengkoordinasikan semua sumber daya dan aktivitas-aktivitas dalam organisasi bisnis. Fungsi-fungsi (modul) yang didukung oleh sistem ERP antara lain produksi, inventaris, pengiriman barang, pengadaan barang, distribusi, pencatatan nota, dan akuntansi.

Menurut Goeun Seo (2013), ERP adalah solusi perangkat lunak yang mengintegrasikan fungsi-fungsi bisnis dan data ke dalam sistem tunggal untuk dibagikan dalam sebuah perusahaan. Sedangkan menurut, Mohammad A. Rashid, dkk. ERP adalah sistem perangkat lunak untuk manajemen bisnis yang mencakup modul-modul yang mendukung area-area fungsional, seperti perencanaan, produksi, penjualan, pemasaran, distribusi, akuntansi, keuangan, manajemen SDM, manajemen proyek, manajemen inventarisasi, layanan dan perawatan, transportasi, dan e-bisnis. Dari beberapa pengertian ERP tersebut, maka dapat saya simpulkan bahwa ERP adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk mengintegrasikan data dan berbagai proses-proses bisnis dalam sebuah perusahaan, seperti proses penjualan, pembelian, produksi, inventarisasi gudang, manajemen hubungan pelanggan, manajemen SDM,  dan manajemen keuangan dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas kinerja perusahaan (Sopandi, 2015).

Baiklah sobat sekalian, saya rasa cukup sekian dulu ya tulisan dari saya tentang Mengenal Enterprise Resource Planning (ERP) bagian pertama. Insya Allah materi tentang ERP ini akan saya lanjutkan di tulisan-tulisan berikutnya. Tulisan berikutnya akan membahas tentang Sejarah ERP. So, don’t forget to always visit this blog untuk mendapatkan ilmu-ilmu baru terkait dunia IT, bisnis, maupun seputar Islam 😀 😀 😀 . [Sopandi].

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *